Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  BINJAI, DELISERDANG
Seputar Mahasiswa USU Tewas
Selasa, 9 Maret 2010 | 10:38
Pendaki Sering Kesurupan di Jurang Terkejut Desa Penen

Selasa, 9 Maret 2010
MEDAN-Terkait kematian Ahmad Hafidz (19), mahasiswa USU yang ikut orientasi keanggotaan di Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (KOMPAS), pada Minggu (7/3) lalu. Jurang Terkejut di Desa Penen disebut-sebut angker dan sering membuat pendaki kesurupan.

Kematian bungsu dari 5 bersaudara ini sudah diikhlaskan keluarganya. Mereka menganggap Ahmad meninggal wajar karena tak ada tanda-tanda aniaya pada tubuhnya. “Dokter mengatakan adikku meninggal karena dehidrasi, dia kecapekan,” kata Adisti, kakak Ahmad.

Sementara, Sugi (20), rekan Ahmad Hafidz di pendakian, selama 2 hari terpaksa dirawat di ruang ICU RS Sembiring Jalan Besar Deli Tua. Senin (8/3) sore, Sugi dipindahkan ke ruang rawat inap karena kondisinya sudah mulai pulih.

Ny Sutini (45), ibu Sugi menuturkan, saat pertama kali mendapat kabar putranya masuk rumah sakit, dia langsung bergegas datang. Dilihatnya, putra tunggalnya itu kejang-kejang, mulut membiru, tangan dan kakinya diikat pihak rumah sakit.

Sangking cemasnya, guru SD ini membawa ustad untuk membantu penyembuhan Sugi.

Selagi berbincang dengan keluarga Sugi di ruang tunggu, seorang wanita tua yang mendengar percakapan langsung menyela. Wanita yang tak mau menyebutkan namanya itu mengaku sangat mengenal wilayah Desa Penen. Menurut wanita itu, lokasi pendakian Desa Penen terkenal angker. Salah satunya Jurang Terkejut. Di jurang itu, sudah pernah mobil masuk dan tak ditemukan bangkainya maupun korban.

Br Sembiring, keluarga pasien yang juga ikut mendengar percakapan itu juga menyatakan hal yang sama. Bahkan menurut Br Sembiring, sekitar 5 tahun lalu, ada mahasiswa yang meninggal di daerah tersebut. “Sebelum meninggal, mahasiswa itu lebih dahulu kesurupan dan membanting-bantingkan tubuhnya ke jalan lalu tewas. Di daerah itu terkenal banyak pendaki yang kesurupan, kalau ada yang termenung atau cakap kotor, pasti kena dibuat roh halus di sana,’’kata Ny Sembiring.

Sebelumnya, Ahmad Hafidz, mahasiswa semester IV jurusan FISIP USU ini berangkat bersama 30 rombongan rekrutan baru KOMPAS USU ke Desa Penen untuk orientasi. Namun tiba-tiba, Ahmad roboh dan meninggal dunia, Minggu (7/3) pagi. (fitra/rusdi)
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman

 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 21 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten