|
|
Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
|
| |
Home  BINJAI, DELISERDANG Selasa, 9 Maret 2010 | 10:38 Pergoki Suami dengan WIL, Ibu Guru Opname
Selasa, 9 Maret 2010 Ini kisah seorang wanita yang dimadu tanpa persetujuan darinya. Tragisnya, begitu pernikahan kedua sang suami diketahui, dia malah dihajar habis-habisan hingga opname di rumah sakit.
Murni (48) merupakan guru TK di kampungnya, Bintang, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Kesehariannya, setelah pulang mengajar, Murni mengurus rumah tangga dan anak-anak. Persoalan dalam keluarganya sedapat mungkin disimpan rapat oleh ibu guru ini.
Berbanding terbalik dengan Amir (58). Di usia senjanya, Amir bukannya mempertebal iman dan menguatkan ibadahnya. Lelaki ini malah doyan daun muda. Namun disebabkan ada undang-undang di Aceh yang akan menindak warganya jika berzinah dan berbuat maksiat, Amir pun tak berani berbuat sesuka hatinya. Lelaki ini kerap keluar kota menyalurkan hasratnya.
Hingga suatu hari, Murni mendapat kabar suaminya sudah menikah lagi. Awalnya, wanita parobaya ini tak mengambil peduli dengan kabar itu. Namun melihat perubahan pada suaminya, mulai dari cara berpakaian, selalu memakai wewangian, ditambah lagi sikapnya yang acuh tak acuh pada keluarga, Murni pun mulai curiga.
Berdasarkan informasi dari seorang teman, Murni bersama Husni, putranya pergi ke Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Lokasi itu merupakan alamat rumah perempuan yang disebut-sebut istri muda Amir.
Ternyata benar, Amir berada di rumah itu. Melihat kedatangan anak dan istrinya, Amir terkejut bukan main. Dia kontan mengamuk. Sumpah serapah dilontarkan lelaki parobaya ini. Pertengkaran mulut pun tak terhindarkan. Emosi, Amir mengambil kayu dan memukuli Murni hingga muntah-muntah. Husin berupaya membantu ibunya, namun kalah tenaga dengan ayahnya yang sudah kalap.
Beruntung warga sekitar yang melihat penganiayaan itu segera melerai. Murni yang mengalami luka koyak di kepala dan wajah memar itu langsung diboyong ke RS Datu Beru Takengon guna perawatan medis.Karena ibunya masih dirawat di rumah sakit, Husni melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Bukit.
Kapolres Bener Meriah AKBP.Drs. Hary Apriyono melalui Kapolsek Bukit, Iptu Hartana didampingi oleh Kanitreskrim Jamain mengakui, pihaknya sudah menerima laporan korban. Namun dia juga mengakui, pelaku belum ditahan. “Kami baru meminta keterangan anak korban Husni (25), sedangkan korban kekerasan belum, karena masih dirawat di rumah sakit Umum Datu Beru Takengon,”kata Iptu Hartana. (Roni/RA) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
CURAHAN HATI |
|
|
SUPRANATURAL |
|
|
KOLOM |
|
|
LAE TOGAR |
|
|
|
|
|
|
|