Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  INI MEDAN BUNG
Selasa, 9 Maret 2010 | 10:29
Dijadikan PSK, Di-PHK, Tewas Melahirkan, Tiap Hari Jutaan Wanita Tersiksa

Selasa, 9 Maret 2010
MEDAN-Setiap harinya jutaan wanita tersiksa. Sebuah fakta yang tak dapat dipungkiri, betapa wanita dalam kehidupannya kerap kali terancam dan berada dalam posisi dirugikan.

Forum Rakyat Anti Penindasan Sumatera Utara (FRAPSU) bersama seratusan wanita berunjukrasa ke DPRD Sumut, Senin (8/3) pagi. Mereka meneriakkan perlawanan dan pembelaan terhadap kaumnya yang setiap harinya mengalami penderitaan.

“Lihat dan dengarkan! Dalam hitungan satu hari, juta wanita tersiksa. Satu hari 12 buruh migran tewas di negara tempat ia bekerja, 1600 buruh perempuan di PHK, 20 perempuan diperdagangkan menjadi pekerja seks, 100 juta ibu terhutang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, 12 perempuan jadi korban kekerasan seksual, 48 ibu meninggal saat melahirkan,” teriak Kordinator Aksi, Vina Munthe di halaman Gedung DPRD Sumut.

Seratusan massa wanita yang memperingati Hari Perempuan itu tergabung dalam element mahasiswa, pedagang, buruh, petani dan lainnya. Kartini-kartini millennium itu mendesak kepedulian pemerintah terhadap nasib kaumnnya yang kerap di nomor dua kan. Baik dalam hal politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya.

Meski diakui Vina, di masa pemerintahan SBY hak-hak kaumya sudah sedikit terperhatikan, namun masih saja belum mampu meningkatkan harkat perempuan. Misalnya, anggaran untuk meningkatkan harkat martabat kaum perempauan hanya mencapai 0,002 persen dari Rp1.047.666.042.990.000 anggaran APBN 2010. Yakni, hanya mencapai Rp133,504 milliar.

Belum lagi persoalan buruh perempuan yang kerap mendapat prilaku tak manusiawi. Vina mencontohkan kasus yang dialami buruh WRP Buana Multi Corpora, hingga saat ini belum tuntas.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi B DPRD Sumut, Brilian Moktar menyahutinya sebagai bentuk tanggungjawab moral wakil rakyat. Ia mengatakan, kasus-kasus yang diderita kaum perempuan saat ini merupakan agenda Komisi E.

“Komisi E DPRD Sumut merupakan bahagian yang bekerja sebagai pelayan masyarakat. Baik itu memperhatikan kinerja buruh, nelayan, petani guru dan lainnya. Intinya, semua perjuangan HAM. Tidak hanya dialami wanita saja, pria juga tetap ditanggapi,” ucapnya singkat. (mula)
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman

 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 12 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten