Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  BERITA UTAMA
Ke TKP Pembuatan Video Porno Siswi SMP (1)
Selasa, 9 Maret 2010 | 10:11
Diawali Miras & Rokok

MINGGU lalu gemparlah kita atas beredarnya rekaman video porno gadis SMP digilir 3 siswa SMA. Penasaran dengan aksi cabul anak bau kencur itu, reporter POSMETRO MEDAN, Johan Panjaitan, terjun langsung Kebun Sei Mangkei, Huta Kucingan, Kec Bosar Maligas, Simalungun.

Jumat (6/3) pukul 19.30, dengan menumpang bus Marisi Bangun dari SM Raja Medan, saya bertolak ke Perdagangan. Hujan deras mengguyur sepanjang perjalanan, dan baru mereda ketika bus tiba di Bengkel, Serdang Bedagai.

Saya sendiri terlelap dalam bus dan tiba-tiba sudah sampai di Pasar I Jl Rajamin Purba, Perdagangan, Simalungun, sekitar pukul 23.15. Ketika turun dari bus, hari sudah sangat larut. Orang-orang tak banyak lagi berseliweran di pasar itu. Namun saya beruntung, seorang teman sudah menunggu saya dan mempersilahkan bermalam di rumahnya.

Liputan ini saya mulai Sabtu (6/3) pukul 10.30, dengan data yang minim. Saya pun bergerak ke SMP Panca Budi di Jalan Pendidikan No 4 Perdagangan tempat Bunga (14) bersekolah. Bunga (nama disamarkan) adalah cewek yang digilir tiga teman prianya dalam pembuatan video mesum itu.

Siang itu suasana sekolah sepi. Tak satupun siswa nongkrong di pekarangan sekolah. Semua murid mengikuti proses belajar di dalam kelas. Walau cuaca terik, saya tetap percaya diri melangkah menuju salah satu ruangan Tata Usaha (TU). Begitu tiba di depan pintu, saya disambut Supriono (26) petugas TU sekaligus bendahara di sekolah milik Yayasan Prof DR H Kadirun Yahya itu.

Kehadiran saya dirasa asing oleh Supriono dan langsung melempar tanya maksud kedatangan. Saya menjelaskan semua dan bermaksud hendak menemui kepala sekolah. Namun Supriono sangat tertutup dan mengaku kalau kepala sekolah sedang berada di Medan. Tak mau sia-sia, saya alihkan pertanyaan kepada sosok Bunga.

“Sejak aib itu beredar luas, Bunga sudah tak pernah masuk sekolah lagi. Kasusnya sudah ditangani Polsek Bosar Maligas,” begitu kata lelaki berjidat licin ini.

Saya pun gagal bertemu Bunga di sekolahnya. Tapi karena sudah merancang liputan, saya minta dipertemukan dengan teman-teman Bunga. Lagi-lagi Supriono menutup informasi dengan alasan, para siswa masih belajar di dalam kelas.

“Nanti saja bang, siswa-siswa masih belajar, bisa terganggu mereka,” jawab Supriono. Tapi saya tak menyerah, lalu keluar dari ruangan bermaksud menemui teman sekelas Bunga atau Bu Aisyah— walikelas Bunga yang sedari awal sudah saya kantongi namanya— Tapi Supriono kembali mencegah, dan mengaku Bu Aisyah sedang tidak mengajar.

“Baiknya saya tunggu di luar saja,” saya bergumam lalu keluar dari pekarangan sekolah.

Tepat Pukul 12.00 bel sekolah berdering tanda jam pelajaran usai. Saya pun menemui rekan-rekan Bunga. Saya bertanya kepada beberapa siswa siapa teman dekat Bunga di sekolah. Dan terlontar dua nama: Icha Julia Manda alias IJM dan Widia. Saya pun mencari kedua remaja putri itu.

Sayangnya, saat akan menemui Icha, Ibu Fitri guru di sekolah itu melarang Icha berkomunikasi dengan saya. Ibu Fitri malah menutup mulut dan menghindar ketika saya masuk ke ruangan kelas Icha. Tapi tiba-tiba, pundak saya ditarik Supriono dan mengajak masuk kembali ke ruangannya. Supriono berjanji mengenalkan saya dengan Aswin Damanik. Aswin adalah sesepuh di sekolah dan sempat menyandang humas di yayasan tersebut.

Saya pun kembali masuk ke ruangan TU. Namun saya harus menunggu Icha yang sedang dijemput dari kelas. Icha harapan saya untuk mengetahui lebih banyak tentang pertemanan Bunga dengan 3 siswa yang menggilirnya lalu direkam dua pria lewat kamera HP dari balik pohon sawit.

Icha pun mengisahkan awal dari adegan mesum yang dialami sahabatnya Bunga. Kata Icha, kejadian itu Rabu (10/2) pukul 13.00, usai jam belajar habis. Icha bersama Bunga dan teman-temannya keluar dari gerbang sekolah.

“alu aku aku dan Bunga memilih nongkrong di warung milik si Kacang. Warung itu berada di depan SMP Negeri Perdagangan atau sekira 100 meter dari sekolah kami. Memang, sejak seminggu terakhir sering nongkrong di sana bang sebelum pulang ke rumah,” pungkas Icha membuka cerita.

Di sana, lanjut Icha, mereka berdua bertemu Fadly alias Fadel (17) bersama empat siswa lainnya; Bagus Pribadi alias Paid (16) kelas I; Roi Silalahi (17) sudah tamat, Primadanu Effendi (16) kelas II SMK, Suhendri (17) kelas I SMA.

“Awalnya kami cerita-cerita lah bang. Biasalah anak-anak sekolah sekarang,” sambung Icha lagi.

Diakui gadis berwajah manis ini, saat itu Bunga mengaku padanya ingin mengerjai teman sekolah bernama Dina.

“Kalau sama aku, Bunga bilang mau mengerjai si Dina,” katanya.

Bunga pun mengajak Fadel dan ke empat teman prianya ke perkebunan sawit Kucingan. Bunga mengendarai sepedamotornya Suzuki Smash yang sering dibawanya ke sekolah. Sedangkan Fadel, Pai, dan Roi mengendarai dua sepedamotor.

“Aku memilih menyusul mereka karena aku masih sama temanku si Tias,” ujar Icha.

Sekira setengah jam perjalanan, Icha mengekor dari belakang bersama Tias dan tiba di lokasi perkebunan Sawit Kucingan.

“Kami sempat mutar-mutar karena nggak tahu lokasinya. Tapi saat kami berhenti bertemu dengan Hendrik dan Danu. Kami pun menelpon Fadel untuk menanyakan di mana lokasinya,” kata Icha.

Setelah itu, kata Icha, ia dan Tias memilih duduk-duduk di atas tebing dan hanya melirik ke bawah.

“Saat itulah aku melihat Bunga sedang minum-minuman keras dan merokok bersama Fadel, Roi, Pai, Danu, dan Hendrik. Anehnya lagi, saat itu Fadel sudah tak berpakaian sekolah lagi,” bebernya.

“Kalau aku pulang dari sana sudah jam setengah empat sore. Dan mereka aku tinggal di sana pulang bersama Tias,” sambungnya (Bersambung)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
Ada 2 Komentar Pembaca Tentang Berita ini
chucky kancut | 12/03/10. 21:56:20
buat malu kampung gue aja loe roy..........pantat ama loe.....!!!

Cinta | 09/03/10. 13:51:56
akibat pergaulan bebas


 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 17 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten