Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  PRO JUSTICE
Selasa, 9 Februari 2010 | 10:32
Aksi Anak Buah Dianggap Benar, Dirut RSUP HAM Bertanggungjawab

Selasa, 9 Februari 2010
MEDAN-DOKTER dan sekuriti yang melakukan penyekapan terhadap 5 wartawan, justru dibela Direktur Utama RSUP HAM dr H Djamaluddin Sambas Mars. Kepada POSMETRO MEDAN dan beberapa media elektronik, tudingan itu dibantah.

Menurut dr Djamaluddin Sambas yang ditemui di kantornya di lantai dasar Gedung I, RSUP HAM, antara dokter yang menangani Ananda—bocah kecil yang diduga korban mallpraktek oleh dokter RSUP HAM itu—hanyalah salah komunikasi.

Dan sang dirut ini agak membela anak buahnya itu tentang kelakuanya terhadap pencari berita. “Gak ada disekap, siapa yang bilang itu hanya salah komunikasi aja,” elak Djamaluddin.

Menurutnya, perlakuan yang dilakukan anggotanya di RSUP HAM itu dianggap sudah benar. Karena, sambung lelaki yang sudah setahun lebih menjadi pimpinan RSUP HAM ini, waktu itu di ruangan Rindu B Lantai 3, tempat Ananda dirawat, memang tidak bisa dimasuki siapapun kecuali dokter yang ditunjuk.

“Itukan ruang steril. Kuharap kawan-kawan dari pers mengertilah. Coba kalau terjadi apa-apa sama korban itu, kan pihak Rumah Sakit juga yang disalahkan nanti,” ungkap Djamaluddin.

Namun saat ditanya, kenapa hasil rekaman yang sempat direkam oleh media cetak, disuruh dihapus oleh oknum dokter yang dianggap arogan itu, sekali lagi Dirut Rumah Sakit yang bertipe A ini membantah tudingan itu. “Mana ada dokter yang menyuruh menghapus. Itu hanya salah faham. Tolong jangan dibesar-besarkan ya,” pintanya.

Pun begitu, jika tudingan itu terbukti, sebagai Dirut di RSUP HAM itu akan bertanggung jawab. “Sekali lagi kujelaskan, penyekapan tidak ada. Namun kalau itu terbukti dokter yang bersangkutan akan dikenakan sanksi. Tapi saya bertanggung jawab semua itu tidak benar,” bantah lelaki paruh baya itu.

Saat disinggung tentang laporan wartawan ke Poltabes MS tentang penyekapan maupun intimidasi untuk menghapus gambar yang sempat direkam wartawan, lagi Dirut RS yang berplat merah itu mengatakan itu adalah hak seseorang. “Yang dilaporkan itu apa? Kan sudah kita lihat sendiri, itu tidak benar. Tapi biar pun begitu, kalau kita nanti dipanggil polisi, kita siap kok. Akan kita jelaskan di sana semua,” ujarnya lagi.

Sementara itu, hingga kemarin, Ananda, bocah kecil dari pasangan Nurasiyah Br Munte (30) dan Jago Manti Lubis, warga Kel Gentang Saga, Kec Kualah Selatan, Aek Kanopan, masih terbaring lemah di ruang Rindu B Lantai 3 RSUP HAM. “Pokoknya akan kita pertanggungjawabkan apa yang kita kerjakan, kita tidak melakukan begitu (malpraktek),” elak dirut lagi.(fitra)
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman

 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
Database INSERT Error