Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  BERITA UTAMA
Selasa, 9 Februari 2010 | 10:04
Kabar itu Buat Saya Terduduk Lemas

pm/ist
Inilah panel biang petaka itu
Keluarga pasien juga turut panik karena kejadian ini. Seperti pengakuan Kiki (28) warga Jalan Bromo yang kemarin tampak terduduk lemas di lantai 4 RSU Pirngadi Medan. Saat peristiwa terjadi, Kiki tengah menunggui ibunya yang dirawat di ruang ICCU sejak Jum’at lalu. Ia mengaku panik saat ditelpon kakaknya ketika listrik padam. “Saya laagi tiduran di rumah. Tiba-tiba kakak saya telepon bilang ada kebakaran, lampu mati, saya jadi panik. Mana ibu saya diopname lagi. Akhirnya saya buru-buru ke sini,” cetusnya.

Ia mengatakan, ada kecemasan sebagai keluarga pasien jika terjadi sesuatu pada rumah sakit. Ditambahkanya, seharusnya rumah sakit sebesar Pirngadi tak perlu terjadi hal sepeti ini. “Jangan sampai terulang lagi lah, terus terang saya jantungan,” beber Kiki.

Belum Ada Kesiapan Managemen Mengatasi Kepanikan

Terbakarnya panel RSUD.Pirngadi, membuat anggota Komisi B DPRD Medan Bahrumsyah angkat bicara. T Bahrumsyah juga hadir saat itu mengatakan, rumah sakit sebesar Pirngadi seharusnya memiliki engine cadangan. Ia juga mengatakan bahwa rumah sakit juga harus mengutamakan keselamatan pasien. Bahrum juga melihat adanya kepanikan yang terjadi. “Meskipun terjadi kepanikan, namun pihak rumah sakit tidak ada sama sekali tindakan yang maksimal untuk menyikapi kepanikan tersebut,” jelas Bahrumsyah.

“Kita melihat ini memang kejadian yang luar biasa, seperti lift tidak dapat beroperasi dan tindakan operasi tidak dapat dilakukan,” sebutnya. Ironisnya Bahrum menilai, ketika pasien membutuhkan perawatan yang maksimal dan terjadi peristiwa itu, pasien terkesan diabaikan.

“Kita lihat saja, bukan pasiennya yang diurus, namun perawat-perawatnya dulu yang memakai masker, seharusnya pasien dulu yang lebih diutamakan,” bebernya. Ditambahkannya, ruang IGD seharusnya memiliki lampu-lampu emergency agar masyarakat merasa lebih nyaman.

DPRD Medan : Belum Ada Kesiapan Managemen Mengatasi Kepanikan

Saat terjadi mesin elektrikal RSU Dr Pirngadi Medan, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, T Bahrumsyah juga hadir saat itu. Dengan kejadian seperti itu, Bahrum juga melihat adanya kepanikan yang terjadi. “Meskipun terjadi kepanikan, namun pihak rumahsakit tidak ada sama sekali tindakan yang maksimal untuk menyikapi kepanikan tersebut,” jelas Bahrumsyah, Senin (8/2). Seyogianya memang, lanjut Bahrum, ketika terjadi hal seperti ini, rumahsakit harus memiliki engine cadangan. “Kita melihat ini memang kejadian yang luar biasa, seperti lift tidak dapat beroperasi dan tindakan operasi tidak dapat dilakukan,” sebutnya. Ironisnya Bahrum menilai, ketika pasien membutuhkan perawatan yang maksimal dan terjadi peristiwa itu, pasien terkesan diabaikan. “Kita lihat saja, bukan pasiennya yang diurus, namun perawat-perawatnya dulu yang memakai masker, seharusnya pasien dulu yang lebih diutamakan,” bebernya. Saat ini memang Bahrum tidak mengetahui adanya korban jiwa, namun terjadi kepanikan yang luar biasa yang dialami oleh pasien. “Saat saya tanya tadi kepada pasien, dirinya terlihat sangat down,” timpalnya.

Pemerintah Harus Mencari Solusi Pemadaman Listrik

Terkait terjadinya pemadaman listrik dan berujung mesin elektrikal RSU Dr Pirngadi Medan menjadi korslet, anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah menegaskan agar pemerintah mencari solusi yang cepat dalam mengatasi hal ini. Menurut Bahrum, terjadinya korslet ini merupakan salah satu eksis dari pemadaman listrik ini. “Kita tegaskan kepada pemerintah untuk secepat mungkin mengatasi permasalahan ini,” ujar Bahrum di RSU Dr Pirngadi Medan, Senin (8/2). Ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah, agar seluruh pelayanan-pelayanan yang sifatnya kepada masyarakat khususnya di rumahsakit tidak terulang kembali. Bahrum juga menyayangkan mengapa rumahsakit pemerintah ini tidak memiliki lampu emergency yang seharusnya ada dan membuat masyarakat dalam hal ini pasien lebih nyaman. “Bukan hanya genset saja, namun lampu untuk keadaan emergency juga harus ada,” tandasnya sembari mengakhiri. (widya)
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman

 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 14 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten